![]() |
Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Foto: Istimewa |
SULUT, Komentar.co - Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE tak main-main dalam memberantas praktek korupsi.
Pasalnya, kejanggalan pada kontrak awal kelanjutan proyek jalan Ring Road III dari Winangun ke Kalasey mendapat perhatian serius mantan Staf Pribadi Presiden RI Prabowo Subianto saat masih menjabat Menhan ini.
Kejanggalan pada kontrak awal pembebasan lahan proyek Ring Road III yang telah disepakati senilai Rp2 miliar dan naik menjadi Rp9 miliar telah menimbulkan tanda tanya besar.
"Tidak boleh ada yang cari untung di proyek ini. Harga lahan Rp2 miliar bisa melonjak jadi Rp9 miliar hanya untuk kebun. Harga pohon kelapa pun tak masuk akal. Saya minta Kajati bantu selidiki jika ada penyimpangan,” kata Gubernur Selvanus saat memberikan pengarahan saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2025-2029 di Hotel Peninsula Manado, Selasa (25/3/2025).
Hal ini yang membuat Gubernur Selvanus mengatakan untuk lanjutan Ring Road III masih akan dievaluasi.
"Jadi ada kontrak awal pembelian lahan yang membingungkan saya. Dari kontrak awal pembelian dari Rp2 miliar, tiba-tiba menjadi Rp9 miliar, signifikan sekali harga baiknya, dan karena Pemda sebelumnya beberapa kali kalah di pengadilan, ini harus jadi evaluasi," terang Gubernur YSK saat diwawancarai sejumlah awak media.
"Kalau naik dari 2 miliar ke 3 miliar itu mungkin, tapi kalau naik hingga 9 miliar kamu tanya dulu diri mu, logis ngak gitu," lanjut mantan staf pribadi Menhan RI itu.
Saat ini pihaknya masih mencari tahu kebenaran, apakah bisa kembali ke normal dengan harga semula yaitu Rp 2 Miliar.
"Tapi kalau bisa dibayar gratis lah, namun kan saat ini masih ada upaya hukum peninjauan kembali (PK) dari Pemprov Sulut, mudah-mudahan kami menang dan saya akan pakai Tim Hukum lain," tutupnya.
Terpisah, tokoh masyarakat Kota Manado, Ir Imran Djafar menilai gebrakan Gubernur Selvanus ini akan membuat oknum mafia tanah di Sulut ketar-ketir.
"Jika memang ada kejanggalan dalam kontrak awal pembelian lahan karena harga yang naik signifikan, perlu diusut tuntas. Dan jika ada oknum mafia tanah yang terlibat pasti akan ketakutan dengan langkah tegas dari pak gubernur ini," tandas Imran yang sangat mendukung langkah Gubernur Selvanus memberantas segala bentuk praktek korupsi di daerah ini. (*/ven)